Straightforward Talk

Perbedaan Antara Hubungan Sehat Dan Hubungan Tidak Sehat

straightforwardtalk.net - Hubungan seperti akar pada tumbuhan. Semakin sehat, akarnya akan tumbuh semakin kuat dan mampu menyerap makanan untuk disalurkan ke setiap batang dan cabang yang tumbuh lebih rindang. Akar yang mampu menopang kehidupan dan menghasilkan kebahagiaan.

Saling berusaha, saling menjaga saat baik atau sulit, saat sehat atau sakit, dalam suka dan duka, kami berdua ingin mencoba membangun komunikasi yang terbuka dan tidak hanya salah satu dari mereka yang berusaha.

Apa yang membuat "Hubungan Sehat vs. Tidak Sehat"?

Berada dalam suatu hubungan membutuhkan kesiapan mental, serta keyakinan untuk membuat hati. Pasalnya, dalam perjalanan, setiap pasangan mau tidak mau akan menghadapi kerikil dan liku-liku jalan yang tidak selalu mulus dan sering terjal, yang bisa menggoyahkan hubungan. Jika kita tidak mempersiapkan hati kita sebelumnya, dan hanya melalui semuanya itu bisa berubah menjadi hubungan yang tidak sehat.

Ada berbagai alasan seseorang menjalin hubungan, misalnya seseorang berpacaran karena sama-sama saling mencintai. Namun, tak sedikit pula yang memulai hubungan pacaran hanya karena tak ingin merasa kesepian atau kabur setelah putus dari pasangannya. Baginya, perhatian orang lain sangat dia butuhkan. Anda harus tahu bahwa hubungan hanya berdasarkan karena Anda kesepian yang tidak sehat. Karena Anda secara tidak langsung menyakiti perasaan pasangan Anda.

Apa ciri-ciri hubungan yang tidak sehat dan bagaimana seharusnya hubungan yang sehat? Jangan sampai Anda dan pasangan terjebak dalam hubungan yang tidak sehat.

1. Hubungan yang sehat pada dasarnya setiap pasangan memiliki kebebasan untuk dapat mengemukakan pendapatnya. Sedangkan dalam hubungan yang tidak sehat seringkali terjadi pertengkaran tentang hal-hal sepele yang seringkali tidak perlu ada.
Pasangan dalam hubungan yang sehat dapat dengan bebas mengungkapkan isi hati dan pikirannya. Dan mereka berdua bersedia menerima pendapat pasangannya secara terbuka. Komunikasi biasanya dilakukan secara intens. Sedangkan pasangan dengan hubungan yang tidak sehat akan selalu berkonflik setiap berkomunikasi, semua itu terjadi karena mereka saling membela ego.

2. Dalam hubungan yang sehat akan selalu ada komunikasi yang lancar. Sedangkan dalam hubungan yang tidak sehat, komunikasi antara keduanya seringkali tersendat atau bahkan tidak lancar sama sekali.
Biasanya hal ini terkait dengan intensitas waktu setiap pasangan berhubungan seks. Dalam hubungan yang sehat akan selalu ada komunikasi, bahkan ketika mereka berpisah (LDR) setidaknya sekali dalam sehari akan ada waktu luang untuk menghubungi pasangan. Sedangkan dalam suatu hubungan yang tidak sehat terjadi komunikasi yang tidak lancar antara keduanya tidak jarang tidak ada kabar berhari-hari dan keduanya juga cenderung tidak peduli dan tidak ada rasa memiliki satu sama lain tidak ada bedanya dengan hubungan tanpa status.

3. Dalam setiap hubungan yang sehat, setiap pasangan tetap dapat memiliki privasi dan dapat bersosialisasi dengan teman-temannya tanpa ada batasan, sedangkan hubungan tidak sehat selalu berlebihan dan membatasi ruang gerak pasangan untuk terus bersosialisasi dengan teman-teman di lingkungannya. sosial dan bahkan seringkali membatasi hubungan dengan keluarga sendiri.
4. Pasangan yang memiliki hubungan yang sehat lebih sering membicarakan semua masalah atau apapun dengan baik dan memutuskannya bersama, berdasarkan kemauan bersama karena mereka sadar bahwa itu semua untuk kebaikan bersama sedangkan apa yang terjadi dalam hubungan yang tidak sehat, salah satu pasangan akan memutuskan sesuatu secara sepihak.
Mereka yang memiliki hubungan yang sehat akan selalu berusaha membuat keputusan bersama, seperti tempat makan, tempat nonton, beli barang dan banyak hal lain yang sebisa mungkin akan mereka diskusikan terlebih dahulu. Sementara semuanya akan berbeda bagi mereka yang berada dalam hubungan yang tidak sehat, pasangan akan memutuskan tempat makan secara sepihak dengan kekuatan penuh dan tidak pernah mau mendengarkan masukan dan memikirkan apa yang diinginkan pasangannya.

5. Kepercayaan yang baik pada pasangan dalam hubungan yang sehat akan selalu terjaga, sedangkan dalam hubungan yang tidak harmonis, kondisi ini berbanding terbalik dengan rasa saling curiga bahwa tidak ada kepercayaan yang tersisa.
Kepercayaan akan menjadi indikator penting apakah suatu hubungan sehat atau tidak. Jika pasangan saling percaya dan menjaga kepercayaan yang diberikan, ini berarti mereka tetap saling menghormati dan hubungan juga akan semakin baik. Sedangkan ketika rasa curiga mulai muncul, bisa diartikan ada yang salah dengan hubungan yang dijalani. Entah karena ada perselingkuhan biasa yang diawali dengan kebiasaan pasangan yang mulai sering berbohong.

6. Selalu ada ruang untuk memaafkan dan mampu meminta maaf saat pasangan melakukan kesalahan dalam hubungan yang sehat. Sedangkan untuk hubungan yang tidak sehat, seringkali kata memaafkan atau penerimaan maaf sulit untuk diberikan, seringkali tidak ada rasa bersalah sama sekali saat melakukan kesalahan.
Setiap kali Anda membuat kesalahan kecil, besar, disengaja atau tidak, pasangan dalam hubungan yang sehat akan meminta maaf kepada masing-masing